Aksi Keji Teror Bom Bunuh Diri di Depan Katedral Makassar

Sadis, Kelompok ini Bilang Bom Gereja Katedral Makassar...

Alasra.org – Minggu pagi sekitar pukul 10.30 WITA, aksi bom bunuh diri terjadi di pintu gerbang Gereja Katedral di Jalan Kajaolalido, MH Thamrin, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Lokasi ledakan yang berada di sekitar Polsek Ujung Pandang dan Polrestabes Makassar serta Kantor Balaikota Makassar itu langsung membuat heboh. Polisi bergerak ke lokasi kejadian untuk mengamankan TKP.

Kejadian tersebut usai pelaksanaan ibadah Misa Minggu Palma. Polisi menyebut, ada dua terduga pelaku. Satu pelaku dapat dikenali meski sebagian tubuhnya terurai, dan satu lainnya kondisi tubuhnya hancur.

Namun, sebelumnya aksi pelaku bisa dicegah pihak keamanan tidak sampai masuk ke dalam gereja setempat. Akibatnya, sejumlah petugas pengamanan gereja mengalami luka-luka.

Data Polisi, tercatat sebanyak 20 orang menjadi korban dan telah mendapat perawatan medis. Sedangkan dua pelaku bom bunuh diri yang menggunakan sepeda motor dinyatakan tewas.

Seluruh korban sudah dievakuasi ke tiga rumah sakit masing-masing RS Bhayangkara, RS Stella Maris, dan RS Pelamonia.

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Merdisyam menyatakan, ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar itu punya daya ledak tinggi atau ‘high explosive’.

“Berdasarkan analisa tim, itu masuk dalam kategori high explosive. Yang merakit ini sangat paham dalam hal kerja-kerja peledakan,” ujar Irjen Pol Merdisyam, dikutip dari Antara, Senin (29/3).

Pasca ledakan tersebut, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) akan lebih meningkatkan pengamanan sejumlah tempat ibadah.
Selain itu, Polda Sulsel juga langsung memperketat pengamanan dengan melakukan patroli ke sejumlah objek vital hingga menempatkan anggota di wilayah perbatasan.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menegaskan, polisi langsung melakukan penyelidikan dan menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mendalami pelaku dari aksi teror tersebut. Korps Bhayangkara menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) usai aksi tersebut.

Sigit menyebut pihak Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri sejauh ini akan terus melakukan penindakan terhadap kelompok teroris. Hal itu merupakan komitmen dari Korps Bhayangkara untuk memberangus jaringan-jaringan tersebut.

Polri juga menyebut akan ada operasi rutin yang ditingkatkan pasca ledakan di Makassar untuk mengamankan tempat ibadah umat Nasrani yang tengah bersiap memperingati wafat Isa Al Masih.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memastikan Pemerintah akan memburu jaringan teror yang menaungi pelaku bom bunuh diri tersebut.

Mahfud mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberi informasi kepada kepolisian atau aparat penegak hukum terkait aksi teror di Gereja Katedral Makassar itu.

Leave a Reply