Beberapa Tradisi Aneh yang Dilakukan Para Jomblo dari Berbagai Negara Demi Mendapatkan Pasangan

Bunuh Mantan Pacar hingga Prostitusi Threesome, Ini 5 Kasus Kriminal yang  Melibatkan Sepasang Kekasih Halaman all - Kompas.com

Alasra.org –

Jodoh merupakan perkara yang rumit. Sulitnya menemukan pasangan hidup menjadi masalah bagi banyak orang.

Kesibukan yang menyita waktu dan kurangnya kesempatan untuk bersosialisasi, jumlah pria dan wanita lajang pun terus bertambah.

Untuk menyiasati problematika hidup terkait urusan jodoh, berbagai negara pun mengadakan berbagai tradisi yang bertujuan agar si lajang enteng jodoh. Bahkan, tradisi tersebut tergolong aneh juga nyeleneh untuk dilakukan.

Berikut beberapa tradisi unik dan mungkin aneh yang biasa dilakukan para jomblo di berbagai negara.

  1. Denmark
Tradisi Unik Jomblo Ulang Tahun di Denmark: Diculik, Diikat, dan Disiram!

Di Denmark ada sebuah tradisi unik merayakan ulang tahun para jomblo, yaitu melempari mereka dengan bubuk kayu manis. Baik pria atau wanita yang tak punya pasangan akan dilempari dengan kayu manis oleh teman-teman mereka saat berulang tahun yang ke-25.

Pria yang belum menikah akan dijuluki sebagai Pebersvends (Pepper Dudes) dan wanitanya akan disebut sebagai Pebermo (Pepper Maiden). Pebersvends atau Pebermo ini akan ditarik ke halaman atau tempat umum oleh teman-temannya.

Supaya tidak kabur, mereka akan diikat di kursi, tiang listrik atau tiang lampu. Lalu setelah diikat kencang, pria atau wanita yang jomblo itu akan dikucuri dengan air atau minyak.

Hal ini dimaksudkan agar bubuk rempah yang dilempar nanti dapat melekat ke tubuh jomblo yang sedang berulang tahun. Setelah itu, barulah tiba saatnya, mereka akan dilempari bubuk kayu manis.

Dalam tradisi ini, orang yang berulang tahun akan dilempari bubuk kayu manis sepanjang hari sampai ulang tahunnya berakhir pada pukul 24.00 waktu setempat.
Kalau belum berakhir, tapi kamu sudah membersihkan diri, kamu akan terus-menerus dilempari kayu manis. Enggak peduli kamu sudah mandi berapa kali dalam sehari.

2. Korea Selatan

Bukan Valentine, Negara Ini Justru Punya Hari Khusus Jomblo, Bagaimana Cara  Merayakannya? - Semua Halaman - Intisari

Di Korea Selatan, hari valentine bukan hanya dirayakan oleh dua sejoli yang sedang dimabuk asmara saja. Hari penuh keromantisan itu juga turut dimeriahkan oleh para jomblo alias mereka yang tak punya kekasih.

Hari untuk merayakan kesendirian para jomblo di Korea Selatan ini disebut dengan Black Day. Seperti sedang berkabung, selama merayakan Black Day para jomblo akan menggunakan pakaian serba hitam. Para single ini akan berkumpul minum dan makan makanan serba hitam.

Salah satu santapan yang mereka makan adalah Jajangmyeon. Mi dengan saus kental yang terbuat dari kacang hitam. Dilansir Smith Sonian Mag, semangkuk mi dinilai sebagai hidangan yang cocok untuk seseorang yang sedang patah hati dan dinilai dapat menghibur mereka.

Selain itu, jajangmyeon memiliki arti penting di Korea Selatan, karena diibaratkan sebagai jenis makanan penghibur yang banyak disukai. Terlebih warnanya juga hitam, cocok dengan nama tradisi para jomblo di Korea Selatan tersebut.

3. Bulgaria

Ada Festival Pasar Pengantin di Bulgaria, Berbekal Rp 3 Jutaan, Kamu Bisa  Dapat Pasangan - Tribunnews.com Mobile

Untuk menemukan sang tambatan hati, para pria dan wanita jomblo di Bulgaria wajib menghadiri sebuah pasar jodoh bernama Gipsy Brides Market. Gypsy Brides Market merupakan sebuah pasar di Kota Stara Zagora, Bulgaria, yang ‘memperjualbelikan’ wanita muda sebagai calon istri para pria Roma.

Seperti pasar pada umumnya, di tempat ini juga terjadi tawar menawar harga wanita yang akan dijadikan calon pasangan. Biasanya, Gypsy Brides Market dibuka sebanyak empat kali dalam setahun pada hari libur keagamaan, misalnya di Sabtu pertama setelah hari Paskah.

Pasar unik ini biasanya bisa diikuti hingga ribuan orang yang terdiri dari perempuan dan calon suami. Pada parade ini, setiap keluarga akan membawa anak perempuannya yang masih berusia muda.

Gadis yang dibawa berusia mulai 14-15 tahun ke atas, karena gadis yang berusia 20-an dianggap sudah terlalu tua dan mudah bercerai. Para gadis akan mengenakan gaun terbaik mereka, mengenakan banyak perhiasan emas, dan didandani dengan riasan tebal.

Jika para pria sudah menemukan wanita yang ia sukai, maka wanita tersebut akan diajak berkenalan dan mengobrol. Keluarga dari kedua pihak yang hadir akan ikut mendampingi proses perkenalan ini sebagai bentuk seleksi. Apabila kedua pihak merasa ada kecocokan, maka disaat itulah diadakan negosiasi.

3. China

Kabar Gembira untuk Jomblo Semua. Peringatan Hari Jomblo Nasional Kini  Hadir di China!

Tanggal 11 bulan 11 seolah menjadi tanggal ‘sakral’ bagi para lajang di China. Dikenal dengan nama Guanggun Jie, Single Day sebenarnya adalah festival menghibur di antara anak-anak muda di China untuk merayakan diri mereka yang tidak memiliki kekasih.

Tanggal 11 bulan 11 dipilih karena angka ‘1’ diibaratkan sebagai seorang individu yang sendirian. Pada hari yang disebut sebagai Single Day ini, para lajang di China akan merayakan status kesendiriannya dengan berbagai cara, mulai dari pergi dan menghabiskan waktu bersama teman-teman, bersosialisasi, hingga bertukar hadiah.

Dilansir Times, tradisi Guanggun Jie pertama kali dirayakan oleh para mahasiswa di Universitas Nanjing pada tahun 1993. Tradisi ini kemudian mereka bawa sampai lulus dan akhirnya populer hingga ke seluruh China. Belakangan, Guanggun Jie dimanfaatkan oleh industri e-commerce dan berkembang menjadi hari belanja online terbesar di dunia.

5. Jepang

Tradisi Mencari Pacar Secara Kelompok Yang Disebut Gokon

Para jomblo di Jepang memiliki tradisi Gokon sebagai salah satu ‘ikhtiar’ mendapat pasangan hidup. Gokon merupakan kepanjangan dari godo konpa yang secara harfiah berarti kencan buta.

Gokon memang sangat terkenal di kalangan pecinta manga. Tradisi seperti pertemuan para jomblo untuk saling mengenal satu sama lain yang dikemas dengan pesta minum-minum.

Biasanya sekumpulan gadis muda akan bertemu dengan para pria yang semuanya masih lajang. Sepanjang malam mereka mencoba saling mengenal dan menjajaki kemungkinan untuk menjalin kedekatan yang lebih jauh.

Leave a Reply