Darurat Militer Myanmar, 50 WNI Pulang ke Tanah Air

Alasra.org – Puluhan WNI meninggalkan Myanmar. Kondisi di negara tersebut semakin mencekam usai kudeta militer pada awal Februari lalu.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Judha Nugraha, tidak mengatakan kapan puluhan WNI meninggalkan Myanmar. Namun, mereka pulang ke Indonesia menggunakan penerbangan komersial bantuan yang tersedia.

“Mempertimbangkan situasi terakhir, dipandang belum mendesak dilakukan evakuasi. Meskipun demikian, bagi WNI yang tidak memiliki keperluan esensial di Myanmar diimbau agar mempertimbangkan untuk pulang ke Indonesia melalui relief flight yang masih tersedia, yaitu Singapore Airlines dan Myanmar Airlines,” kata Judha, Selasa (16/3/2021).

“Saat ini tercatat sekitar 50 WNI telah pulang menggunakan relief flight tersebut,” sambung dia.

Sementara itu, WNI yang masih berada di Myanmar dipastikan dalam kondisi aman. Kondisi mereka sempat jadi pertanyaan lantaran darurat militer sudah diberlakukan di kota terbesar, Yangon.

“Kondisi WNI saat ini relatif aman. Ada beberapa aksi demo maupun menetapan martial law di lokasi tempat tinggal mereka, namun tidak ada serangan langsung yang ditujukan kepada para WNI,” kata Judha.

Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai jumlah WNI yang tersisa di Myanmar saat ini. Pada Februari lalu, berdasarkan keterangan KBRI Yangon, ada 441 WNI yang menetap di Myanmar.

Leave a Reply