Kelompok Ekstrem di Pakistan Serang Kantor Polisi dan Menyandera Enam Petugas

Kelompok ekstrem-kanan Pakistan adu peruntungan di pemilu

Alasra.org – Polisi Pakistan kemarin mengatakan kelompok ekstrem kanan menyandera enam personel polisi di markas mereka di Lahore setelah bentrokan selama sepekan di tengah unjuk rasa yang menentang penangkapan salah satu pemimpin mereka.

Laman Aljazeera melaporkan, Minggu (18/4), kelompok ekstrem Tehreek-e-Labbaik (TLP) yang dilarang pemerintah awal pekan lalu menggelar unjuk rasa ke jalanan untuk memprotes penangkapan pemimpin mereka Saad Rizvi.

“Hari ini pagi tadi segerombolan penjahat menyerang Kantor Polisi Nawankot tempat para polisi dan petugas jagawana terjebak di dalamnya dan inspektur Nawankot diculik,” kata pernyataan dari kepolisian Punjab, Negara Bagian Lahore kemarin.

Pernyataan itu menyebut para penyerang membawa senjata bom molotov dan mencuri sebuah truk vessel yang memuat 50.000 liter bensin.

Juru bicara kepolisian Lahore Arif Rana mengatakan kepada Reuters, seorang polisi senior dan dua petugas paramiliter termasuk di antara enam aparat yang ditangkap oleh para demonstran TLP.

Polisi mengatakan mereka sudah menggelar operasi untuk merespons serangan itu.

Stasiun televisi Pakistan dilarang menyiarkan berita seputar TLP sejak organisasi itu dilarang dan kemarin layanan net juga diputus di lokasi terjadinya bentrokan.

Dalam jumpa pers di Ibu Kota Islamabad, Menteri Dalam Negeri Sheikh Rasheed mengatakan situasi di Lahore masih “mencekam” dan aparat dikerahkan ke kawasan persimpangan Yateem Khana, sekitar satu kilometer dari markas TLP.

Para pendukung TLP kemarin menyebarkan video di media sosial berisi cuplikan bentrokan antara massa dengan polisi dan tagar dukungan untuk TLP menjadi trending di Pakistan kemarin.

Video clip yang tidak bisa diverifikasi kebenarannya oleh Reuters itu memperlihatkan ribuan massa bentrok dengan polisi berpakaian anti-huru hara lengkap. Asap dari gas air mata bertebaran di udara dan suara tembakan terdengar.

Sedikitnya empat orang tewas dan ratusan luka serta ribuan lainnya ditangkap sejak penangkapan Rizvi.

Sang pemimpin TLP yang ditangkap itu sebelumnya mendesak pemerintah untuk menghormati komitmen yang disampikan Februari lalu untuk mengusir duta besar Prancis lantaran kasus penerbitan kembali kartun Nabi di tabloid Prancis Sharlie Hebdo.

Leave a Reply