Makan Konate, Nomor Punggung 10, dan Hari Pahlawan

Gelandang Persebaya Surabaya, Makan Konate, merayakan hari ulang tahun yang ke-29 pada hari ini, Selasa (10/11/2020). Kebetulan pemain yang juga menjadi kapten Persebaya itu lahir bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional yang juga tepat jatuh pada 11 November.

Bedanya, Hari Pahlawan Nasional diperingati untuk mengenang peristiwa perjuangan Arek-Arek Suroboyo yang berjuang melawan Sekutu pada 10 November 1945. Sementara itu, Makan Konate lahir di Bamako, Mali, pada 46 tahun kemudian, atau 1991.

Tanggal lahir itu menjadi alasan Makan Konate mengenakan nomor punggung 10 di Persebaya Surabaya. Sebelumnya dia juga selalu menggunakan nomor punggung yang cukup istimewa tersebut bersama klub-klub lain.

“Nomor punggung 10 persis tanggal lahir saya. Pertama kali di Indonesia sejak 2012 sampai sekarang selalu pakai nomor punggung 10,” ujar Makan Konate.

Nomor punggung 10 sendiri identik dengan pemain yang berposisi sebagai gelandang serang. Posisi itu juga biasanya dimiliki pemain bertipe playmaker.

Keduanya merupakan atribut yang melekat kepada Makan Konate. Nomor punggung tersebut seperti memberikan tuah tersendiri bagi Konate selama berkarier di Indonesia.

Tuah Makan Konate Bersama Klub Indonesia

Tercatat, Makan Konate sudah membela lima klub Indonesia lain sebelum menerima tawaran Persebaya pada Februari 2020, di antaranya PSPS Pekanbaru, Barito Putera, Persib Bandung, Sriwijaya FC, dan Arema FC.

Menariknya, bersama empat klub terakhir, Makan Konate selalu berhasil mempersembahkan trofi juara. Bersama Persib, kariernya bisa dibilang paling gemilang karena menyumbang gelar juara Indonesia Super League 2014 dan Piala Presiden 2015.

Berikutnya, Makan Konate meraih trofi Piala Gubernur Kaltim 2018 bersama Sriwijaya FC. Arema FC juga tidak luput dari tuah magisnya dengan merengkuh Piala Presiden 2019.

Terakhir, pemain berpostur 178 cm itu mempersembahkan gelar Piala Gubernur Jatim 2020 untuk Persebaya saat belum genap sebulan bergabung. Tapi, kali ini lebih istimewa karena dia menjabat sebagai kapten Persebaya dan mengangkat trofi juara.