Megawati Soekarnoputri: Saya Sering Dibully dan Banyak yang Tidak Suka

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengaku banyak orang yang tidak menyukainya. Mega tidak mempersoalkan itu. Dia berdalih, semua yang dilakukan atas dasar keinginannya agar negara dan bangsa ini maju.

“Saya sering dibully. Banyak orang tidak suka saya. Tidak apa-apa. Karena saya punya tujuan, semua bagi bangsa dan negara bahwa negara ini harus maju. Lebih maju dari pada negara-negara lain,” katanya dalam webinar bertema ‘Dialog Kebangsaan Pembudayaan Pancasila dan Peneguhan Kebangsaan Indonesia di Era Milenial’ yang digelar Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Selasa (10/11).

Mega meyakini, Indonesia bisa menjadi negara maju. Negara ini memiliki keunggulan dari sisi kekayaan, geografis dan keberagaman.

“Ketika saya jadi presiden, saya katakan kepada protokol saya, kalau ada tamu asing, kalau dia mau menanyakan sesuatu, yang ditanyakan bukan apa yang ada di Indonesia? Tapi apa yang tidak ada di Indonesia? Karena supaya saya jawab, bahwa itu ada di Indonesia. Untuk menunjukkan suatu kebanggaan,” tuturnya.

Namun Megawati menyayangkan semangat untuk membangun negeri terkikis. Perjalanan Pancasila sebagai pedoman untuk menyejahterakan semua masyarakat Indonesia tergerus dengan serbuan barang impor.

“Kita bangga katanya rendang dan nasi goreng kita go international. Masa hanya dua itu? Tolong di bagian boga itu dipikirkan,” ucap Presiden RI Ke-5 ini.

Mega ingin semua produk dalam negeri unjuk gigi di dunia internasional. Sehingga masyarakat bisa merasakan langsung dampaknya.

“Supaya petani terangkat, supaya boganya enak-enak. Luar biasa kalau kita lihat Korea dan Jepang, bayangkan sampai urusan makanannya terus ditayangkan dan dimasukkan ke alam pikiran,” tutupnya.

Leave a Reply