Mengetahui Kisah Terusan Suez Pertama Kali di Resmikan Pada 152 Tahun Yang Lalu

Mengetahui Kisah Terusan Suez Pertama Kali di Resmikan Pada 152 Tahun Yang Lalu

alasra.org – 152 tahun yang lalu, tepatnya 17 November 1869, terusan yang terletak di kota Port Said, Terusan Suez, resmi dibuka dan beroperasi. Peresmiannya dihadiri Ratu Perancis, Eugenie, istri Napoleon III.

Dilansir History, Terusan Suez menghubungkan laut Merah dan Laut Tengah. Ini bisa mempersingkat waktu pelayaran yang sebelumnya harus mengelilingi Tanjung Harapan, Afrika Selatan.

Sejak zaman kuno, kanal buatan untuk menghubungkan Asia dan Afrika melalui wilayah Suez sudah berulang kali dibuat. Saat Mesir di bawah pemerintahan Dinasti Ptolomeus (305 SM-30 SM), sebuah kanal dibuat untuk menghubungkan Danau Bitter ke Laut Tengah.

Dibuat juga kanal yang menghubungkan Danau Timsah ke utara hingga mencapai Sungai Nile. Namun, kanal itu tak dipelihara dengan baik dan dihancurkan dengan alasan pertimbangan militer.

Pada abad 15, bangsa Eropa membayangkan sebuah jalur pelayaran yang memungkinkan kapal-kapal dagang berlayar dari Laut Tengah ke Samudera Hindia lewat Laut Merah. Saat itu, semua kapal dagang dari Laut Tengah harus mengitari Tanjung Harapan di Afrika Selatan. Ini jelas memakan waktu panjang.

Akhirnya, penguasa Perancis di bawah komando Napoleon Bonaparte membuat rencana membangun kembali kanal tersebut. Arsitek Ferdinand de Lesseps diberikan wewenang untuk mempersiakan konstruksi pembangunan.

Kesepakatan dengan Otoritas Mesir mulai dilakukan pada 1854 untuk membuat terusan ini untuk kepentingan bersama sejauh 160 kilometer. Tim internasional yang terdiri dari banyak pakar membuat rencana pembangunan dan pada 1856 perusahaan terusan Suez dibentuk.

Mengetahui Kisah Terusan Suez Pertama Kali di Resmikan Pada 152 Tahun Yang Lalu

Konstruksi dimulai pada April 1859 dengan penggalian pertama dilakukan oleh para pekerja paksa. Para pekerja yang berasal dari Eropa mulai datang dengan membawa kapal keruk dan sekop tenaga uap.

Wabah kolera dan perselisihan tenaga kerja menjadikan pembangunan terusan ini tak sesuai dengan jadwal. Pembangunan ini mundur empat tahun dari jadwal semua yang direncanakan. Ketika dibuka, Terusan Suez hanya memiliki kedalaman 7,6 meter dengan lebar 72 meter pada bagian bawah dan 60-90 meter pada bagian atasnya.

Hasilnya, lebih dari 500 kapal beroperasi menggunakan jasa dari kanal ini pada tahun pertama. Pada 1875, Inggris menjadi pemegang saham terbesar di Perusahaan Terusan Suez ketika membeli saham milik gubernur baru di Mesir, yang saat itu di bawah kekuasaan Kesultanan Ottoman.

Mengetahui Kisah Terusan Suez Pertama Kali di Resmikan Pada 152 Tahun Yang Lalu

Setahun kemudian, Terusan Suez menjalani beberapa perbaikan dan menjadi satu pelayaran paling sibuk di dunia. Banyak kapal-kapal yang melewati jalur ini untuk mempercepat waktu tempuh.

Tujuh tahun kemudian, Inggris menginvasi Mesir dan menduduki negeri itu hingga perjanjian 1936 yang membuat Mesir menjadi negara merdeka. Terusan Suez pun tetap dalam kendali Inggris.

Setelah Perang Dunia II usai, Pemerintah Mesir mendesak agar pasukan Inggris ditarik mundur dari kawasan Terusan Suez. Situasi itu disusul dengan keputusan Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser yang menasionalisasi terusan tersebut pada 1956.

Meski ada perebutan, kepemilikan secara utuh Terusan Suez dengan bantuan PBB, menjadikan Mesir mendapatkan penghasilan lebih. Pada 1966, Terusan Suez sudah dilewati lebih dari 21.000 kapal.

Leave a Reply