Padang Edelweis Terluas Se-Asia Tenggara, Tegal Alun, Papandayan

Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat memiliki keindahan alam yang membuatnya disemati julukan Swiss van Java. Jalur Tegal Alun di gunung ini memiliki ladang edelweis dengan pemandangan yang eksotis.

Edelweis dijuluki sebagai bunga abadi. Pasalnya, bunga ini tak pernah layu, bahkan sesudah dipetik.

Walaupun begitu, edelweis yang berada di pegunungan seperti Papandayan biasanya dilindungi. Jadi dilarang keras memetiknya. Jika menginginkan edelweis untuk dibawa pulang, sebaiknya beli edelweis yang dibudidayakan oleh petani setempat.

Uniknya, padang edelweis terluas se-Asia Tenggara ada di sini. Waktu terbaik datang ke sini adalah saat matahari terbit.

Hamparan edelweis terlihat paling memikat di saat seperti ini. Tampak megah di balik kabut yang menyelimuti padang.

Agar bisa mencapai tempat ini, lokasi pertama yang harus dituju adalah kawasan Taman Wisata Alam Gunung Papandayan, yang berada di Kecamatan Cisurupan. Jika mencapai titik pendakian di Pondok Salada, Anda bisa menyaksikan hamparan edelweis yang tumbuh subur.

Mencari tempat wisata terbaik memang tidak akan pernah ada habisnya. Salah satu destinasi wisata terbaik Gunung Papandayan Garut mungkin bisa anda jadikan pilihan. Terletak di dua desa yaitu desa Sirna Jaya dan desa Karamatwangi Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut Jawa Barat, Wisata Gunung Papandayan menjadi tujuan banyak wisatawan lokal maupun mancanegara.

Mengapa Gunung Papandayan? Disini wisatawan ditawarkan pemandangan kawah yang indah dan mengagumkan.

Kawah Gunung Papandayan merupakan salah satu tempat wisata terbaik di Garut yang dijamin akan membuat anda betah tinggal berlama-lama. Pasalnya kawah yang terbentang luas berwarna putih serta terdapatnya sungai menjadi pemandangan mengagumkan.

Terlepas dari itu, sebelumnya terdapat beberapa kawah menarik di Gunung Papandayan seperti kawah si balagadama, kawah emas, dan kawah lainnya. Namun setelah letusan terakhir yang terjadi pada tahun 2002 mengakibatkan kawah-kawah tersebut menjadi satu dan sangat luas.

Selain kawah, di Tempat Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan juga terdapat tempat terkenal lain yaitu Dead Forest atau orang Indonesia menyebutnya Hutan Mati. Sesuai namanya Dead Forest atau Hutan Mati, disini anda ditawarkan pemandangan sangat eksotis berupa hutan dengan banyak pohon yang sudah mati.

Tanah berwarna putih dengan pohon-pohon mati ditambah pemandangan alam lainnya, Dead Forest bisa menjadi tempat berswafoto paling cocok buat anda bersama keluarga atau teman.

Bukan itu saja, satu lagi tempat cukup terkenal di TWA Gunung Papandayan yiatu Tegal Alun. Disini anda disuguhkan pemandangan cantik berupa hamparan padang bunga edelweis.

Bunga edelweis sendiri merupakan tanaman endemik yang dikenal dengan sebutan “Bunga Keabadian”. Ada alasan dibalik pemberian nama Bunga Keabadian ini. Berbeda dengan jenis bunga pada umumnya yang jika dipetik akan layu dan mudah lepas dari tangkainya dalam hitungan hari, bunga edelweis akan tetap cantik dan utuh bahkan setelah dipetik.

Di Tegal Alun tidak diperbolehkan berkemah bahkan tidak terdapat satupun pedagang ataupun fasilitas toilet hal ini demi menjaga kelestarian bunga edelweis.
Terlepas dari itu, Tegal Alun yang terletak tepat di puncak TWA Gunung Papandayan ini adalah tempat edelweis terbesar di Asia Tenggara.

Orang Indonesia khususnya Jawa Barat patut bangga karena terdapat padang edelweis terbesar.

Leave a Reply