Terjadi Ledakan Besar di Kantor Pemerintahan China

Video: Dahsyatnya ledakan di Tianjin, China tewaskan 17 orang - SIMOMOT

Alasra.org – Beijing, Ledakan Besar di sebuah kantor pemerintah di China telah menyebabkan beberapa orang tewas. Video yang diambil di lokasi ledakan di desa Mingjing di wilayah selatan menunjukkan puing-puing berserakan di dalam kantor setelah sebagian gedung runtuh.

Menurut kantor keamanan publik lokal, ledakan itu terjadi sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Rekaman mengerikan dari dalam gedung menunjukkan korban tak bernyawa tergeletak di bawah puing-puing dan bercak darah di dinding. Setidaknya dua orang tergeletak di tanah.

Surat kabar Guangzhou Ribao melaporkan ledakan itu terjadi di sebuah kantor pemerintah.

Seorang saksi mengatakan kepada Tou Tiao Beijing bahwa dia sedang bekerja ketika mendengar ledakan dan suara kaca pecah.

“Saat itu saya mengira itu kecelakaan mobil, tetapi kemudian saya melihat asap keluar dari kantor pemerintahan dan mendengar orang-orang mengatakan bahwa mereka curiga telah terjadi ledakan,” katanya melansir The Sun pada Senin (22/3/2021).

Desa tersebut berada di Distrik Panyu kota Guangzhou, yang juga merupakan salah satu provinsi dari China. Kantor keamanan umum setempat memastikan bahwa telah terjadi “insiden fatal”.

Disebutkan bahwa ada korban pekerja kantoran tewas dan terluka akibat ledakan tersebut. “Setelah kejadian tersebut, Polsek Panyu segera menurunkan personel ke lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk melakukan pekerjaan penyelamatan dengan dinas pemadam kebakaran dan medis,” kata pihak kepolisian itu.

Polisi China sedang menyelidiki ledakan di sebuah desa di Guangzhou.

Beberapa orang telah dikirim ke rumah sakit dengan luka-luka. “Tindakan kriminal telah terjadi di Desa Mingjing, Kota Hualong, Panyu, Guangzhou, yang mengakibatkan banyak korban,” lapor Global Times yang dikelola pemerintah, mengutip Biro Keamanan Umum Guangzhou Panyu.

Saat ini tidak jelas apa yang menyebabkan ledakan tersebut. William Yang, koresponden DW Taipei, mengatakan pengguna media sosial setempat mengklaim ada perselisihan yang sedang berlangsung di desa antara penduduk dan pejabat atas dugaan skema perampasan tanah.

Leave a Reply